Panduan tamu
Selat Dampier, lintasan paus dan lumba-lumba di jantung Raja Ampat
Paus sperma, paus Bryde, paus Omura, sampai orca tercatat melintas dan mencari makan di Selat Dampier. Apa yang sudah terbukti, kapan peluangnya lebih besar, dan cara melihat mereka tanpa mengganggu.
Tim DAMPIER
3 November 2026 · 6 menit baca

Selat Dampier, perairan di antara Pulau Waigeo dan Batanta, terkenal karena pari manta dan terumbunya yang padat. Yang jarang diketahui tamu, selat yang sama juga sering dilintasi paus dan lumba-lumba. Para peneliti menyebut Selat Dampier salah satu tempat paling ramai mamalia laut di Raja Ampat, dan kapal cepat Sorong–Waisai melintasinya setiap hari.
Kenapa paus lewat Selat Dampier
Selat Dampier jauh lebih dalam dari yang terlihat. Survei kapal riset Baruna Jaya VIII pada 2007 mencatat kawanan lumba-lumba di atas laut sedalam lebih dari 800 meter di dalam selat, dan dasar lautnya turun curam tidak jauh dari pantai. Di ujung barat, selat ini terbuka ke Laut Halmahera, salah satu pintu masuk air Samudra Pasifik ke perairan Indonesia. Arus pasang surutnya kuat dan membawa plankton serta ikan kecil, makanan yang juga mendatangkan manta. Laut dalam yang dekat dengan pulau dan makanan yang melimpah membuat paus dan lumba-lumba bisa ditemui di jalur yang sama dengan perahu tamu.
Paus dan lumba-lumba yang tercatat
Survei 2006–2011 mencatat 13 jenis paus dan lumba-lumba di Raja Ampat bagian tengah dan selatan, dan sebagian besar penampakannya ada di Kofiau, Selat Dampier, dan Selat Sagewin. Pemantauan Benjamin Kahn pada 2011–2015 menaikkan daftarnya menjadi 16 jenis. Yang paling sering dan paling menarik ditemui adalah berikut ini.
- Lumba-lumba spinner, yang paling sering terlihat. Biasanya berkawan 15–20 ekor, suka melompat sambil berputar, dan ada di selat sepanjang tahun.
- Lumba-lumba hidung botol dan lumba-lumba bungkuk Indo-Pasifik, yang punya kelompok menetap di Raja Ampat.
- Paus Bryde, paus balin yang panjangnya bisa sekitar 15 meter. Peneliti melaporkannya terlihat rutin di Selat Dampier.
- Paus sperma, paus bergigi terbesar, yang menyelam ratusan sampai lebih dari seribu meter untuk memburu cumi. Paus ini juga sering tercatat di selat.
- Paus Omura, salah satu paus yang paling sedikit dikenal di dunia dan baru dideskripsikan sebagai spesies pada 2003. Ia tercatat di Selat Dampier pada April 2023, dan pada Maret 2026 ahli biologi laut Mark Erdmann merekamnya dengan drone sedang menyambar krill di permukaan selat.
- Paus pilot sirip pendek, yang cukup sering ditemui dalam kelompok.
- Orca atau paus pembunuh, yang jarang. Seekor orca dewasa tercatat di Selat Dampier pada Januari 2015.
- Lumba-lumba Risso, paus pembunuh palsu, dan paus pembunuh kerdil, yang sesekali terlihat.
Jalur migrasi atau tempat tinggal
Selat Dampier sering disebut jalur migrasi atau jalan tol paus. Kenyataannya sedikit berbeda. Belum ada penelitian pelacakan, baik dengan satelit maupun foto identifikasi, yang membuktikan paus bermigrasi jauh lewat selat ini. Yang sudah terbukti adalah paus dan lumba-lumba rutin lewat dan mencari makan di sini.
Para peneliti menduga Raja Ampat penting bagi paus yang berpindah, karena jenis yang terlihat berubah dari musim ke musim. Tetapi sebagian besar paus di Selat Dampier adalah penghuni laut hangat yang tidak menempuh migrasi jauh. Paus Bryde dan paus Omura hidup di perairan tropis sepanjang tahun, dan Mark Erdmann menyebut paus Omura menetap di Raja Ampat. Paus sperma betina dan anaknya juga tinggal di laut tropis sepanjang tahun. Jadi Selat Dampier lebih tepat disebut lintasan dan tempat makan yang sering dipakai paus, bukan sekadar jalan yang mereka lewati sekali setahun.
Kapan peluangnya lebih besar
Paus bisa terlihat kapan saja, tetapi tidak bisa dijadwalkan. Dalam survei 2006–2011, jumlah jenis paling banyak tercatat pada Januari–Februari, Mei, dan Oktober–November. Catatan awal tim peneliti di Selat Dampier menyebut paus Bryde dan paus sperma terlihat kawin dan melahirkan, paling ramai Desember sampai awal Maret. Laut biasanya paling tenang sekitar Oktober–April, dan di laut yang tenang semburan napas paus jauh lebih mudah terlihat.
Di mana bisa melihatnya
- Dari kapal cepat Sorong–Waisai. Kapal ini memotong Selat Dampier setiap hari, dan para peneliti pernah melihat paus sperma tepat di jalurnya. Pilih tempat duduk dekat jendela atau di dek luar, lalu perhatikan semburan air dan sirip punggung di permukaan.
- Saat menyeberang dengan longboat dari Waisai ke homestay di Kri, Mansuar, Arborek, atau Gam.
- Dalam perjalanan ke titik selam seperti Blue Magic dan Cape Kri, saat lumba-lumba spinner cukup sering terlihat.
Tidak ada operator yang bisa menjanjikan paus. Anggap setiap penampakan sebagai bonus dari perjalananmu.
Aturan saat bertemu paus dan lumba-lumba
Paus dan lumba-lumba adalah satwa dilindungi di Indonesia (PP 7/1999 dan Permen LHK P.106/2018). Sejak UU 32/2024 berlaku, melukai atau memperdagangkan satwa dilindungi diancam penjara 3–15 tahun. Selat Dampier juga termasuk Kawasan Konservasi di Perairan Kepulauan Raja Ampat, sebagai Area III Selat Dampier seluas sekitar 353 ribu hektare. Raja Ampat belum punya aturan khusus pengamatan paus, jadi pegangannya adalah panduan WWF-Indonesia dan panduan internasional berikut.
- Jaga jarak paling dekat 100 meter dari paus dan 50 meter dari lumba-lumba. Beri jarak lebih jauh untuk induk yang bersama anaknya.
- Pelankan perahu sejak jauh. Jangan memotong jalur atau mendekat dari depan, tetapi dekati pelan dari samping dan sejajar arah renangnya.
- Cukup satu atau dua perahu dalam satu waktu, sekitar 30 menit, lalu tinggalkan dengan pelan.
- Jangan mengejar, menggiring, memberi makan, atau turun berenang mendekati paus.
- Kalau lumba-lumba datang sendiri ke haluan, pertahankan arah dan kecepatan yang pelan.
- Minta pengemudi kapal cepat dan longboat memperlambat laju kalau ada semburan paus di depan. Tabrakan dengan kapal adalah salah satu ancaman terbesar bagi paus di selat ini.
- Kalau melihat paus terdampar atau terluka, segera kabari pemandu, pemerintah kampung, atau petugas kawasan konservasi. Pada Maret 2020 seekor paus Bryde sepanjang 12 meter terdampar di Teluk Kabui, Waigeo, dan mati dua hari kemudian.
Paus bukan hiu paus
Hiu paus adalah ikan, bukan paus, dan di Raja Ampat ia jarang. Dalam 13 tahun pemantauan (2010–2023) hanya sekitar 20 penampakan hiu paus tercatat di Raja Ampat, dibanding lebih dari seribu di Teluk Cenderawasih dan Kaimana. Kalau ingin berenang bersama hiu paus, Kwatisore di Taman Nasional Teluk Cenderawasih adalah tempat yang jauh lebih pasti.
Melihat paus bersama DAMPIER
Paus tidak bisa dipesan, tetapi perjalanan yang melewati wilayahnya bisa. Pesan tiket kapal Sorong–Waisai dan transportasi antar pulau lewat DAMPIER, lalu bawa teropong kecil untuk penyeberangan. Operator diving dan open trip mitra kami berangkat ke titik-titik di Selat Dampier bersama pemandu lokal yang mengenal arus di sana. Kalau datang di musim manta, baca juga panduan musim manta di Selat Dampier.
Sumber
- Ender dkk. 2014, Cetaceans in the global centre of marine biodiversity, Marine Biodiversity Records.
- Borsa dan Nugroho 2010, survei KR Baruna Jaya VIII di Raja Ampat, Marine Biodiversity Records.
- Benjamin Kahn 2015, Marine Mammal Species Biodiversity in Raja Ampat 2011–15, Bird's Head Seascape.
- Vester dan Tapilatu 2017, paus dan lumba-lumba di Selat Dampier, Mongabay.
- Sahri dkk. 2024, catatan paus Omura di Selat Dampier, Aquatic Mammals.
- Discover Wildlife 2026, paus Omura makan di Raja Ampat.
- Mongabay Indonesia 2020, paus Bryde terdampar di Raja Ampat.
- Setyawan dkk. 2025, hiu paus di Bentang Laut Kepala Burung, Frontiers in Marine Science.
- WWF-Indonesia, panduan pengamatan mamalia laut.
Bagikan artikel ini



