Panduan tamu
5 titik selam paling populer di Selat Dampier, dan asal nama selatnya
Cape Kri, Sardines Reef, Blue Magic, Manta Sandy, dan Mike's Point adalah lima titik selam paling dicari di Selat Dampier, Raja Ampat. Ini cerita tiap titik, asal nama Dampier, dan dive center mitra DAMPIER yang bisa mengantarmu.
Tim DAMPIER
18 Oktober 2026 · 6 menit baca

Selat Dampier adalah jantung Raja Ampat untuk penyelam. Di jalur laut selebar beberapa kilometer ini arus dari Samudra Pasifik membawa makanan bagi jutaan ikan, dan di sinilah sebagian besar homestay, dive center, dan titik selam terkenal berada. Berikut lima titik selam yang paling sering dicari, cerita di balik nama selatnya, dan dive center mitra DAMPIER yang bisa mengantarmu ke sana.
Asal nama Selat Dampier
Selat Dampier memisahkan Pulau Waigeo di utara dan Pulau Batanta di selatan. Di dalamnya ada Kri, Mansuar, Arborek, Gam, dan Friwen, pulau-pulau yang paling sering dikunjungi tamu.
Namanya diambil dari William Dampier (1651–1715), pelaut, penjelajah, dan naturalis Inggris. Ia pernah menjadi bajak laut, lalu menjadi orang pertama yang mengelilingi dunia tiga kali. Buku catatan perjalanannya, A New Voyage Round the World (1697), sangat laris dan membuat Angkatan Laut Inggris memberinya kapal HMS Roebuck untuk menjelajahi New Holland, nama lama Australia.
Setelah menyusuri pantai barat Australia pada 1699, Dampier berlayar ke Timor, lalu pada awal 1700 mengitari ujung barat laut Kepala Burung Papua dan melanjutkan ke pantai utara Papua. Dalam bukunya ia mencatat singgah di sebuah pulau yang disebut penduduknya Pulo Sabuda dan di Mabo, ujung barat laut Papua. Pembuat peta Eropa kemudian menamai selat antara Waigeo dan Batanta untuk mengenangnya. Catatan sejarah yang ada tidak menyebut pasti apakah Roebuck sendiri melintasi selat ini.
Jangan tertukar dengan Selat Dampier di Papua Nugini, antara Pulau Umboi dan New Britain, yang ia lintasi pada 1700 sebagai orang Eropa pertama. Kota Dampier dan Kepulauan Dampier di Australia Barat juga dinamai dari pelayaran yang sama.
Tentu saja perairan ini sudah lama dilayari jauh sebelum Dampier datang. Suku-suku di Raja Ampat hidup dari laut ini turun-temurun, dan para raja di empat pulau besar, Waigeo, Batanta, Salawati, dan Misool, pernah berada di bawah pengaruh Kesultanan Tidore. Dari kisah empat raja itulah nama Raja Ampat berasal.
Cape Kri
Cape Kri berada di ujung timur Pulau Kri. Lereng karangnya turun dari dangkal sampai lebih dari 30 meter, ditumbuhi karang keras dan lunak yang rapat. Di sinilah ahli ikan Gerald Allen mencatat 374 jenis ikan dalam satu kali selam, rekor yang dikenal di seluruh dunia selam.
Yang biasa terlihat adalah kawanan ikan ekor kuning dan fusilier, kuwe, barakuda, hiu karang, penyu, dan kadang pari manta yang lewat. Arusnya bisa kuat, jadi titik ini paling nyaman untuk penyelam yang sudah berpengalaman, sebaiknya dengan sertifikat Advanced. Kalau arus tenang, snorkeling di bagian dangkalnya juga indah.
Sardines Reef
Sardines Reef adalah terumbu kecil berbentuk lonjong di laut terbuka, di timur Pulau Kri. Puncaknya sekitar 5 meter dari permukaan, dengan lereng karang landai di sekelilingnya. Namanya berasal dari kawanan ikan yang begitu rapat sampai seperti menutup cahaya matahari.
Saat arus datang, ikan fusilier, kakap, barakuda, dan kuwe berkumpul, sementara hiu wobbegong dan hiu karang beristirahat di dasar. Arusnya sedang sampai kuat. Titik ini cocok untuk penyelam tingkat menengah yang ingin melihat ikan dalam jumlah besar.
Blue Magic
Blue Magic adalah gunung laut kecil di antara Pulau Mansuar dan Pulau Cendana. Puncaknya sekitar 7–10 meter di bawah permukaan dan dasarnya sekitar 30 meter, dikelilingi air biru tanpa dinding sebagai pegangan.
Di puncaknya ada stasiun pembersihan yang didatangi pari manta samudra, dan di sekitarnya sering terlihat ikan napoleon, kuwe, barakuda, serta hiu wobbegong yang bersembunyi di karang. Arusnya sering kuat dan berubah arah, jadi Blue Magic cocok untuk penyelam berpengalaman dengan sertifikat Advanced.
Manta Sandy
Manta Sandy berada di antara Pulau Mansuar dan Pulau Arborek. Dasarnya pasir dan pecahan karang di kedalaman sekitar 15–18 meter, dengan beberapa bongkah karang yang menjadi stasiun pembersihan pari manta karang.
Penyelam menunggu dengan tenang di belakang deretan batu penanda, sementara manta berputar di atas stasiun untuk dibersihkan ikan-ikan kecil. Arusnya biasanya ringan, jadi titik ini cocok untuk penyelam bersertifikat pemula. Musim terbaik sekitar Oktober sampai April. Di dekatnya ada Manta Ridge, yang arusnya lebih kuat dan lebih cocok untuk penyelam berpengalaman.
Mike's Point
Mike's Point adalah pulau karang kecil di antara Pulau Gam dan Pulau Mansuar. Di sisi selatannya ada dinding karang yang turun lebih dari 40 meter, dengan dataran di sekitar 8 meter, ceruk, dan lorong alami untuk diselami.
Menurut cerita setempat, pulau ini pernah dibom pesawat Sekutu pada Perang Dunia II karena dari udara riak arus di sekelilingnya tampak seperti kapal perang. Kisah itu belum pernah terbukti, tetapi karangnya kini sudah pulih dengan baik. Arusnya kuat dan membawa kawanan ikan besar, termasuk tenggiri yang berburu, hiu sirip hitam, dan hiu sirip putih. Titik ini untuk penyelam berpengalaman.
Titik lain yang layak dicoba
Kalau masih punya waktu, coba juga dermaga Arborek, Sawandarek, dan Yenbuba yang ramai ikan dan bisa dinikmati sambil snorkeling, Friwen Wall dengan dinding karang lunaknya, Chicken Reef di dekat Kri, serta Mioskun dan Batu Lima di sekitar Gam.
Sebelum menyelam di Selat Dampier
- Bawa kartu sertifikat dan buku catatan selammu. Pengelola taman laut mewajibkan asuransi selam bagi semua penyelam.
- Arus di Selat Dampier bisa sangat kuat dan berubah cepat. Selalu ikuti pemandu lokal.
- Jangan menyentuh karang, jangan mengejar manta, dan jaga daya apung supaya pasir dan karang tidak rusak.
- Bayar retribusi wisata kabupaten dan PIN taman laut provinsi sebelum menyelam. Rinciannya ada di panduan perjalanan Raja Ampat 2027 kami.
Dive center mitra DAMPIER di Selat Dampier
Semua titik di atas bisa dicapai dari dive center mitra DAMPIER. Mereka berbasis di Selat Dampier, memakai pemandu lokal yang paham arus, dan bisa dipesan serta dibayar di depan lewat Diving, snorkeling & trip. Harga di bawah adalah harga mulai per Oktober 2026. Harga terbaru selalu ada di halaman listingnya.
- Raja Ampat Dive Trips Sauwandarek, di Kampung Sawandarek, pesisir selatan Pulau Mansuar, paling dekat dengan Manta Sandy. Selam lokal mulai Rp850.000 per selam, dua selam ke titik yang lebih jauh seperti Blue Magic dan Sardines Reef mulai Rp1.800.000, dan satu selam di Manta Sandy atau Manta Ridge Rp1.000.000.
- Dragonet Divers Raja Ampat, dive center bersertifikat SSI di kawasan Nyande Papir, Pulau Mansuar, di tengah selat. Satu selam mulai Rp900.000 termasuk alat dan perahu, selam di stasiun manta mulai Rp1.000.000, dan snorkeler boleh ikut di perahu yang sama.
- Turtle Divers dari Turtle Dive Homestay di Pulau Kri, dengan instruktur bersertifikat. Paling dekat dengan Cape Kri dan Sardines Reef, mengadakan selam malam di Yenbuba, dan menawarkan snorkeling di Cape Kri, Chicken Reef, dan Mike's Point.
- Zanclus Dive Center di Waisai, cocok kalau kamu menginap di Waisai atau baru tiba. Pemandu selam untuk dua selam mulai Rp750.000, sewa satu set alat selam Rp600.000 per hari, dan paket dive trip 8 hari 7 malam lengkap dengan penginapan dan kapal dari Sorong.
Kalau kamu menginap di Kri atau Mansuar timur, tambahkan Paket Tanpa Ribet saat memesan homestay. Tim DAMPIER menjemputmu di Bandara Sorong dan mengurus kapal, porter, biaya masuk, sampai longboat ke depan homestay, jadi hari pertamamu bisa langsung dipakai menyelam.
Kondisi laut dan arus berubah setiap minggu. Tanyakan titik yang paling cocok untuk tingkat sertifikatmu kepada dive center saat memesan.
Bagikan artikel ini



